Sabtu, 30 Maret 2013

nofiya Dwi MAKALAH telaah kurikulum


TELAAH TERHADAP MATERI AKIDAH AKHLAK
              KELAS VII SEMESTER I MTS MA’ARIF NU I KARANGLEWAS

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah    : Telaah Kurikulum PAI di MTS
Dosen Pengampu : Nurfuadi,M.Pd.I
Oleh :
Umi Latifah                             102331004
Nofiya Dwi Pangesti               102331038
                                               


Tarbiyah / 6 PAI 1
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2013
BAB I
PENDAHULUAN

Di dalam UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi  warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta didik di Madrasah adalah pendidikan agama Islam, yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah terdiri atas empat mata pelajaran, yaitu: Al-Qur’an-Hadis, Akidah-akhlak, Fikih, dan Tarikh(sejarah) kebudayaan Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait, isi mengisi dan melengkapi.Akidah atau keimanan merupakan akar atau pokok agama, akhlak bertitik tolak dari aqidah, yakni sebagai manifestasi dan konsekuensi dari akidah.Akhlak merupakan aspek sikap hidup atau kepribadian hidup manusia.
Mengingat pentingnya mata pelajaran Akidah-akhlak, seorang pendidik  harus cermat dan teliti dalam memahami kurikulum, membuat RPP dan menentukan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran Mata Pelajaran Akidah-akhlak, karena terkadang ada Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sumber belajar yang kurang sesuai. Maka dari itu di bab selanjutnya kami akan menelaah mata pelajaran Akidah-akhlak, namun kami mempersempit pada kelas VII MTS semester I.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN
Telaah adalah penyelidikan; kajian; pemeriksaan; penelitian.[1]Kurikulum adalah rencana tertulis tentang kemampuan yang harus dimiliki berdasarkan standar nasional, materi yang perlu dipelajari dan pengalaman belajar yang harus dijalani untuk mencapai kemampuan tersebut dan evaluasi yang perlu pencapaian kemampuan peserta didik, serta seperangkat peraturan yang berkenaan dengan pengalaman belajar peserta didik dalam mengambangkan potensi dirinya pada satuan.[2]
Telaah kurikulum adalah suatu kajian terhadap rencana atau bahan tertulis yang dapat dijadikan pedoman bagi guru disekolah.Kurikulum wajib adanya pada setiap mata pelajaran termasuk di dalamnya mata pelajaran  pendidikan agama Islam.
Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah terdiri atas empat mata pelajaran yang memiliki karakteristik sendiri-sendiri salah satunya adalah aspek Akidah yang menekankan pada kemampuan memahami dan mempertahankan keimanan yang benar serta menghayati dan mengamalkan nilai-nilai al-asma’ al-husna. Aspek akhlak menekankan pada kemampuan caramelaksanakan ibadah dan muamalah yang benar dan baik.






B.  STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
a)   KELAS VII SEMESTER 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
Akidah
1.      Memahami dasar dan tujuan akidah islam

1.1    Menjelaskan dasar dan tujuan akidah Islam
1.2    Menunjukkan dalil tentang dasar dan tujuan akidah Islam
1.3    Menjelaskan hubungan Iman, Islam, dan Ihsan
1.4    Menunjukkan dalil tentang Iman, Islam, dan Ihsan
2.      Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nya
2.1    mengidentifikasi sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah.
2.2    Menunjukkan bukti/dalil naqli dan aqli dari sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah.
2.3    Menguraikan sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah SWT.
2.4    Menunjukkan ciri-ciri/tanda perilaku orang beriman kepada sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

3.      Menerapkan akhak terpuji kepada Allah
3.1    Menjelaskan pengertian dan pentingnya ikhlas, taat, khauf, dan taubat
3.2    Mengidentifikasibentuk dan contoh-contoh perilaku ikhlas, taat, khauf, dan taubat
3.3    Menunjukkan nilai-nilai positif dari perilaku ikhlas, taat, khauf, dan taubat dalam fenomena kehidupan
3.4    Membiasakan perilaku ikhlas, taat, khauf, dan taubat dalam  kehidupan
Sehari-hari

b)   MATERI
MATERI 1[3]
a.    Pengertian Akidah Islam
1.    Pengertian Akidah Islam Menurut Bahasa
Akidah adalah kata sifat dalam bahasa Arab yang berasal dari kata aqada.Menurut bahasa, kata tersebut mempunyai arti ikatan dua utas tali dalam satu simpul sehingga kedua tali tersebut menjadi demikian tersambung.Dengan demikian, akidah menurut bahasa berarti ikatan.



2.    Pengertian aqidah menurut istilah
Akidah menurut istilah adalah beberapa urusan yang harus dibenarkan oleh hati yang mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan, dan tidak tercampur sedikit pun dengan dengan keraguan.
Islam mengajarkan kepada umatnya agar berakidah yang mantap, sepenuh hati, dan tidak boleh ada keraguan sedikit pun. Orang yang memiliki akidah kuat akan tentram hatinya karena memiliki pedoman hidup yang jelas. Allah SWT. Berfirman sebagai berikut.
¨bÎ)šúïÏ%©!$#(#qä9$s%$oYš/uª!$#§NèO(#qßJ»s)tFó$#ãA¨t\tGs?ÞOÎgøŠn=tæèpx6Í´¯»n=yJø9$#žwr&(#qèù$sƒrBŸwur(#qçRtøtrB
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; (Q.S. Fussilat/41: 30)
b.    Dasar-Dasar Hukum Akidah Islam
1. Al-Qur’an
2. Hadis
c.    Tujuan Mempelajari Akidah Islam
1)    Untuk mengetahui petunjuk hidup yang benar dan dapat membedakan mana yang benar dan yang salah sehingga hidupnya diridai Allah SWT. Allah SWT berfirman sebagai berikut.
ãöky­tb$ŸÒtBuüÏ%©!$#tAÌRé&ÏmŠÏùãb#uäöà)ø9$#WèdĨ$¨Y=Ïj9;M»oYÉit/urz`ÏiB3yßgø9$#Èb$s%öàÿø9$#ur4

Artinya:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).  (Q.S al-Baqarah/ 2: 185)
2)   Untuk menghindarkan diri dari pengaruh kehidupan yang sesat atau jauh dari petunjuk hidup yang benar. Allah SWT. Berfirman sebagai berikut.
¨br&ur#x»ydÏÛºuŽÅÀ$VJŠÉ)tGó¡ãBçnqãèÎ7¨?$$sù(Ÿwur(#qãèÎ7­Fs?Ÿ@ç6¡9$#s-§xÿtGsùöNä3Î/`tã¾Ï&Î#Î7y4öNä3Ï9ºsŒNä38¢¹ur¾ÏmÎ/öNà6¯=yès9tbqà)­Gs?ÇÊÎÌÈ
Artinya:
 Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)[152], karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.(Q.S al-Anam/6 : 153)
d. Manfaat mempelajari Akidah Islam
1. Dapat memperoleh petunjuk hidup yang benar
2.Selamat dari pengaruh kepercayaan lain yang hanya akan membawa kerusakan dan hidup yang jauh dari kebenaran
3. Memperoleh ketentraman dan kebahagiaan hidup yang hakiki
4. Tidak mudah terpengaruh kemewahan di dunia
5. Mendapat jaminan surga dan selamat dari neraka
e. Hubungan Iman, Islam, dan Ihsan
1. Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan
2. Hubungan Islam, Iman, dan, Ihsan
f. Perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Akidah Islam
1. Ikhlas dalam melakukan peribadatan kepada Allah
2. Menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan syirik
3. Berusaha untuk selalu meningkatkan kadar iman dan takwa kepada Allah SWT
4. Berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik terhadap sesame manusia sebagai wujud pengamalan ketaatan kepada Allah SWT

MATERI 2 (SIFAT-SIFAT ALLAH SWT)
a)   Sifat-sifat Wajib, Mustahil, dan Jaiz Allah  SWT.
Sifat-sifat Allah SWT adalah sifat yang harus ada pada zat Allah SWT sebagai kesempurnaan bagi-Nya.Sifat wajib Allah SWT berarti sifat yang pasti dimiliki Allah SWT., misalnya wujud, qidam, baqa, dan wahdaniyyah.Sifat mustahil Allah SWT berarti sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT misalnya hudus, fana, dan ta’addud.Sifat jaiz Allah SWT.Berarti sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada zat Allah SWT.sesuai dengan keagungan-Nya sebgai pencipta alam semesta.
Perilaku terpuji yang sesuai dengan keimanan terhadap sifat-sifat Allah SWT.Misalnya menaati aturan-Nya, tidak mempersekutukan-Nya dengan selain Dia, dan tidak sombong dalam hidup di dunia.
b)   Klasifikasi Sifat-sifat Allah swt
Sifat wajib bagi Allah swt dapat dikeompokkan menjadi empat macam:
1.    Sifat nafsiyah: sifat yang berhubungan dengan Allah semata
2.    Sifat salbiyah : sifat-sifat yang tidak sesuai dengan zat Allah swt.,
3.    Sifat ma’ani : sifat wajib Allah swt
4.    Sifat ma’nawiyah : sifat-sifat yang berhubungan dengan sifat ma’ani atau merupakan kelanjutan dari sifat ma’ani
c)   Perilaku Orang Beriman Kepada Sifat-sifat Allah swt.
Apabila seseorang beriman kepada sifat-sifat Allah swt secara benar, pasti akan dibuktikan dengan perilakunya. Perilaku terpuji yang sesuai dengan keimanana kepada sifat-sifat Allah swt., sebagai berikut.
1.    Menyembah Allah swt., dan tidak menyekutukan-Nya dengan selain Dia karena Dia berbeda dengan semua makhluk ciptaan-Nya
2.    Tidak berprasangka buruk kepada Allah swt.,
3.    Berusaha untuk tidak sombong dalam hidup di dunia.

MATERI 3 (AKHLAK TERPUJI KEPADA ALLAH SWT)
a.     IKHLAS
1.   Pengertian Ikhlas
Kata ikhlas berasal dari bahasa Arab yang berarti memurnikan niat hanya semata-mata mencari rida Allah swt., atau semata-mata menaati periintah-Nya. Orang yang beramal secara ikhlas disebut mukhlis.
2.   Perintah untuk Beramal secara Ikhlas
3.   Bentuk-bentuk perilaku ikhlasDampak positif beramal secara Ikhlas
4.   Membiasakan diri beramal secara ikhlas
b.    TAAT
1.    Pengertian Taat
Kata taatberasal dari bahasa Arab yang berarti tunduk, patuh, dan setia kepada Allah swt.Dan rasul-Nya, baik dalam bentuk pelaksanaan perintah maupun meninggalkan larangan-Nya.Taat adalah salah satu akhlak yang harus dimiliki muslimin dan muslimat.
2.   Perintah untuk Taat kepada Allah dan Rasul-Nya’
Allah swt., berfirman sebagai berikut:
$pkšr'¯»tƒtûïÏ%©!$#(#þqãYtB#uä(#qãèÏÛr&©!$#(#qãèÏÛr&urtAqߧ9$#Í<'ré&ur͐öDF{$#óOä3ZÏB(
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. (Q.S. an-Nisa’/4:59)
3.   Bentuk-bentuk ketaatan kepada Allah swt., dan Rasul-Nya
4.   Dampak positif ketaatan kepada Allah swt., dan Rasul-Nya
5.   Membiasakan diri taat kepada Allah swt., dan Rasul-Nya
c.     KHAUF
1.   Pengertian khauf
Kata khauf  berasal dari bahasa Arab, yang artinya takut. Islam mendidik umatnya agar memiliki sifat khauf, yakni takut akan murka Allah swt.,
2.   Perintah untuk memiliki khauf
Ÿwur(#rßÅ¡øÿè?ÎûÇÚöF{$#y÷èt/$ygÅs»n=ô¹Î)çnqãã÷Š$#ur$]ùöqyz$·èyJsÛur4¨bÎ)|MuH÷qu«!$#Ò=ƒÌs%šÆÏiBtûüÏZÅ¡ósßJø9$#ÇÎÏÈ
Artinya: dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.(Q.S al-A’raf/7:56)
3.   Bentuk-bentuk khauf
4.   Dampak positif khauf
5.   Membiasakan Diri Bersikap khauf
d.    Tobat
1.   Pengertian Tobat
Kata tobat berasal dari bahasa Arab yang berarti kembali, menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan.
2.   Hukum  bertobat
Bertobat merupakan perkara yang diwajibkan dalam agama, firman Allah swt., sebagai berikut.
4(#þqç/qè?urn<Î)«!$#$·èŠÏHsdtmƒr&šcqãZÏB÷sßJø9$#÷/ä3ª=yès9šcqßsÎ=øÿè?ÇÌÊÈ
Artinya:
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(Q.S an-Nur/24:31)
3.   Bentuk-bentuk perilaku Tobat kepada Allah swt.,
4.   Dampak positif perilaku bertobat
5.   Perilaku membiasakan diri Bertobat
c)Metode Pembelajaran, alokasi waktu, penilaian, media, alat dan sumber belajar
Berdasarkan RPP yang kami dapatkan, metode pembelajaran yang digunakan guru Akidah-akhlak kelas VII semester I di MTS Ma’arif NU 1 Karanglewas, guru menggunakan metode  Ceramah terlebih dahulu, setelah itu guru mengadakan Tanya jawab, dan sebagai evaluasi materi, guru memberi tugas pada siswa terkait dengan materi yang telah disampaikan guru. Alokasi waktu untuk mata pelajaran Akidah-akhlak adalah 2X40’’ setiap kali pertemuan.Untuk penilaian, guru menggunakan penilaian secara tertulis dan lisan.Media yang digunakan adalah papan tulis dan spidol.Alat dan Sumber Belajar yang digunakan dalam pembelajaran Akidah-akhlak adalah Buku Paket Akidah Akhlak kelas VII karangan T. Ibrahim dan H. Darsono, Al-Qur’an dan terjemahnya, dan lembar Kerja siswa.
C.  ANALISIS
Menurut kami kompetensi dasar untuk materi Akidah-akhlak pada standar kompetensi Memahami dasar dan tujuan akidah islam dan standar kompetensi  meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nyakurang tepat, karena,  hanya menekankan kemampuan peserta didik pada teorinya saja, padahal menurut kami untuk mata pelajaran Akidah-akhlak  seharusnya tidak hanya teori, melainkan peserta didik juga mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Indikator “menjelaskan cara membiasakan diri beramal secara ikhlas” dalam materi Akhlak Terpuji Kepada Allah swt., menurut kami kurang tepat, seharusnya indikatornya “membiasakan diri beramal secara ikhlas”, karena ketika indikatornya “menjelaskan cara membiasakan diri beramal secara ikhlas” siswa bisa saja menjawab tidak sesuai dengan kenyataannya, hanya bertumpu pada materi, tetapi ketika indikatornya “membiasakan diri beramal secara ikhlas”, menurut kami lebih aplikatif, untuk menilai, guru bisa menggunakan strategi tertentuyang membuat siswa lebih rileks sehingga dari situ guru bisa mengamati.
Menurut kami, secara umum materi mata pelajaran Akidah-akhlak sudah baik, setiap pokok bahasan terdapat dalil yang menguatkan, sehingga selain siswa mengetahui dasarnya, juga lebih mengasah kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an, di setiap akhir materi terdapat cerita-cerita hikmah inspiratif yang dapat meningkatkan motivasi siswa, dan membuat siswa lebih tertarik,pada standar kompetensi 1 dan 2 (Memahami dasar dan tujuan akidah islam dan meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nya)materinya sudah lengkap, Namun pada standar kompetensi 3(menerapkan akhlak terpuji kepada Allah) materinya kurang lengkap, karena hanya terdapat penjelasan materi tentang perilaku ikhlas, taat, khauf, dan taubat saja, padahal masih ada perilaku terpuji lainnya yaitu tawadu’ yang menurut kami juga harus ada di dalam kompetensi dasar dan harus dipahami oleh siswa Madrasah Tsanawiyah.
Untuk metode pembelajaran, menurut kami sudah cukup baik, karena guru tidak hanya menggunakan metode ceramah yang biasanya jika hanya guru yang terlalu lama menyampaikan materi membuat siswa mengantuk, tetapi kali ini peserta didik juga dilibatkan dalam diskusi, sehingga terjadi interaksi dua arah antara guru dan siswa,ketika siswa ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran akan lebih memberikan pemahaman pada siswa.
Untuk penilaian mata pelajaran Akidah-akhlak, menurut kami kurang tepat jika hanya menggunakan penilaian tertulis dan lisan mengenai materi saja, seharusnya guru lebih menilai perilaku siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran, dari kegiatan pembelajaran bisa diamati karakter masing-masing siswa.
Alokasi waktu yang tersedia dalam 1 pekan, menurut kami sangat kurang untuk mata pelajaran Akidah-akhlak, karena hanya 2X40’’, tetapi jika guru bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan pembelajaran yang menarik maka masalah alokasi waktu yang sangat minim bisa teratasi, tetapi ketika guru menggunakan metode yang monoton, siswa cenderung mudah bosan,alokasi waktu yang kurangpun bagi siswa terasa sangat lama.










BAB III
KESIMPULAN

Untuk mencapai tujuan pendidikan, dan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pemerintah melakukan perubahan-perubahan kurikulum, kurikulum yang baru adalah penyempurnaan dari kurikulum yang sebelumnya, meskipun demikian pelaksana kurikulum harus cermat dalam menelaah setiap pergantian kurikulum, sehingga perubahan kurikulum bisa membuat pendidikan agama Islam lebih berkualitas. Selain mengubah akhlak peserta didik lebih baik diharapkan juga bisa membuat pengetahuan semakin meningkat. Sesuai dengan tujuan dari perubahan kurikulumyang menginginkan peningkatan mutu peserta didik.

















DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama. 1998. Al Qur’an dan Terjemahnya.Jakarta: CV Atlas
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. KamusBesar Bahasa Indonesia Edisi ketiga, Jakarta, Balai Pustaka
Dkk, Junaidi Hidayat. 2007.Ayo Memahami Akidah dan Akhlak untuk MTS/SMP ISLAM KELAS VII. Jakarta, Erlangga
Hamalik, Oemar. 2006. Manajemen pengembangan Kurikulum. Bandung, PT Remaja Rosdakarya
Ibrahim dan Darsono. 2009.Membangun Akidah dan Akhlak untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Solo,PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri














 



                                                 


[1] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), hal. 160.
[2] Oemar Hamalik, Manajemen pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), hal. 91.
[3]Ibrahim dan Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah, ( Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar